Kalkulator Cutting

Hitung kalori cutting optimal, protein minimum, dan jadwal penurunan lemak agar tubuh ramping tanpa kehilangan otot

Masukkan berat badan dalam kilogram

Masukkan tinggi badan dalam sentimeter

Masukkan usia dalam tahun

Perkirakan atau gunakan kalkulator lemak tubuh

Persentase lemak tubuh yang ingin dicapai

Berapa minggu untuk mencapai target

Memahami Fase Cutting

Fase cutting adalah periode pembatasan kalori terstruktur untuk mengurangi lemak tubuh sambil mempertahankan massa otot sebanyak mungkin. Berbeda dengan diet biasa, cutting adalah strategi khusus yang digunakan atlet, binaragawan, dan penggemar kebugaran untuk menampilkan definisi otot dan mencapai persentase lemak tubuh tertentu. Fokus utama cutting adalah kehilangan lemak, bukan hanya menurunkan berat badan. Cutting yang baik menjaga kekuatan, energi, dan kesehatan metabolik selama proses.

Dasar cutting adalah defisit kalori sedang, biasanya 300 hingga 500 kalori di bawah Total Pengeluaran Energi Harian (TDEE). Penelitian terbaru menunjukkan defisit ini menghasilkan penurunan lemak stabil sekitar 0,5 hingga 1,0 persen berat badan per minggu dengan risiko kehilangan otot minimal. Defisit lebih besar 500-750 kalori per hari bisa mempercepat penurunan lemak tapi meningkatkan risiko kehilangan otot, gangguan hormon, dan adaptasi metabolik—dimana tubuh menurunkan pengeluaran energi sebagai respons terhadap kekurangan makan berkepanjangan. Defisit di atas 1000 kalori per hari umumnya tidak dianjurkan kecuali di bawah pengawasan medis.

Asupan protein adalah variabel nutrisi paling penting selama cutting. Bukti saat ini merekomendasikan konsumsi 2,0 hingga 2,4 gram protein per kilogram berat badan per hari saat defisit kalori, dengan asupan hingga 2,7 g/kg untuk defisit besar atau individu sangat ramping. Protein tinggi berfungsi merangsang sintesis protein otot untuk mencegah kerusakan, meningkatkan rasa kenyang agar defisit lebih mudah dipertahankan, dan memiliki efek termik tinggi yang membakar 20-30 persen kalori protein saat pencernaan. Menurunkan protein di bawah 1,8 g/kg selama cutting meningkatkan risiko kehilangan otot.

Kecepatan kehilangan lemak sama pentingnya dengan jumlah total yang hilang. Laju aman adalah 0,5 hingga 1,0 persen berat badan per minggu. Kehilangan lebih cepat dari 1,0 hingga 1,5 persen per minggu sangat meningkatkan risiko kehilangan otot, meski dengan protein tinggi dan latihan beban. Individu lebih ramping (di bawah 15 persen lemak pria atau 22 persen wanita) harus memilih laju lebih lambat karena tubuh makin sulit kehilangan lemak dan lebih mudah kehilangan otot saat cadangan lemak rendah. Rencanakan jadwal cutting realistis dan sertakan jeda diet atau hari makan lebih setiap 6-8 minggu untuk mengatur ulang hormon metabolik dan mencegah adaptasi termogenesis.

Cara Menggunakan Kalkulator Cutting Ini

  1. Pilih jenis kelamin dan sistem satuan (kg atau lbs) menggunakan tombol toggle. Masukkan berat dan tinggi badan Anda dengan tepat — data ini digunakan untuk menghitung TDEE dengan rumus Mifflin-St Jeor.
  2. Masukkan usia dalam tahun. Metabolisme menurun seiring usia, jadi ini membantu kalkulator memperkirakan pengeluaran kalori dasar dengan lebih akurat.
  3. Masukkan persentase lemak tubuh saat ini. Jika tidak tahu, gunakan kalkulator lemak tubuh atau perkiraan visual. Lalu masukkan target persentase lemak tubuh — target realistis biasanya 8-15% untuk pria dan 16-25% untuk wanita.
  4. Tetapkan jangka waktu dalam minggu. Cutting umum berlangsung 8-20 minggu. Kalkulator akan memberitahu apakah jadwal Anda realistis berdasarkan laju penurunan lemak aman dan memperingatkan jika defisit terlalu agresif.
  5. Klik "Hitung Rencana Cutting" untuk melihat hasil personal Anda. Periksa kalori cutting, protein minimum, laju penurunan mingguan, dan tingkat keparahan defisit. Perhatikan peringatan warna hijau (aman), kuning (agresif), dan merah (perlu penyesuaian).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kalori yang harus saya konsumsi saat cutting?

Kalori cutting Anda tergantung Total Pengeluaran Energi Harian (TDEE) dikurangi defisit 300-500 kalori per hari. Untuk pria biasanya 1800-2500 kcal/hari, untuk wanita 1400-2000 kcal/hari. Jangan turun di bawah 1500 kcal/hari untuk pria atau 1200 kcal/hari untuk wanita tanpa pengawasan medis karena risiko kekurangan nutrisi dan adaptasi metabolik. Angka tepat tergantung ukuran tubuh, aktivitas, dan seberapa agresif Anda ingin cutting.

Berapa banyak protein yang saya butuhkan selama cutting?

Saat defisit kalori, kebutuhan protein meningkat dibanding pemeliharaan. Rekomendasi adalah 2,0-2,4 gram protein per kg berat badan per hari (sekitar 0,9-1,1 g/lb). Untuk defisit besar, bisa sampai 2,7 g/kg. Contoh: orang 80 kg butuh 160-216 gram protein per hari. Protein tinggi saat cutting menjaga massa otot, meningkatkan kenyang, dan memiliki efek termik tinggi—tubuh membakar sekitar 25% kalori protein hanya untuk mencernanya.

Berapa laju penurunan lemak yang aman per minggu?

Laju aman adalah 0,5-1,0% berat badan total per minggu. Untuk 82 kg (180 lb), sekitar 0,4-0,8 kg (0,9-1,8 lbs) per minggu. Laju di atas 1,0-1,5% per minggu sangat meningkatkan risiko kehilangan otot, meski dengan protein optimal dan latihan. Orang lebih ramping harus memilih laju lebih rendah karena tubuh makin sulit kehilangan lemak dan lebih rentan kehilangan otot.

Berapa lama sebaiknya fase cutting berlangsung?

Fase cutting biasanya 8-20 minggu, tergantung jumlah lemak yang ingin hilang. Panduan umum: jangan kehilangan lebih dari 1% berat badan per minggu dan lakukan jeda diet (makan sesuai kebutuhan) selama 1-2 minggu setiap 6-8 minggu diet berkelanjutan. Cutting lebih dari 20 minggu harus diselingi beberapa jeda diet. Jika perlu hilangkan banyak lemak, lebih baik lakukan beberapa fase cutting pendek dipisah dengan periode pemeliharaan daripada satu cutting panjang melelahkan.

Apakah saya akan kehilangan otot saat cutting?

Sedikit kehilangan otot hampir tak terhindarkan, tapi bisa diminimalkan dengan cara tepat. Tiga strategi utama: konsumsi protein tinggi (2,0-2,4 g/kg/hari), terus latihan beban progresif (jangan kurangi volume latihan drastis), dan jaga defisit kalori sedang (300-500 kcal/hari). Penelitian menunjukkan dengan cara ini Anda bisa mempertahankan 85-95% massa otot selama cutting terstruktur. Diet ketat dan cardio berlebihan tanpa protein cukup adalah penyebab utama kehilangan otot.

Berapa makro saya saat cutting?

Prioritaskan protein 2,0-2,4 g/kg berat badan. Lemak 0,8-1,0 g/kg (minimal 20% kalori total) untuk dukung produksi hormon. Sisanya diisi karbohidrat. Contoh untuk 2000 kcal cut dan berat 80 kg: protein 176g (704 kcal), lemak 67g (603 kcal), karbohidrat 173g (693 kcal). Jaga lemak di atas 0,7 g/kg agar hormon seperti testosteron dan estrogen tetap stabil.

Apa bedanya cutting dan sekadar menurunkan berat badan?

Cutting fokus pada kehilangan lemak tubuh sambil mempertahankan otot, sedangkan penurunan berat badan biasa tidak membedakan antara lemak dan otot. Cutting melibatkan protein tinggi, latihan beban berkelanjutan, dan defisit kalori sedang. Penurunan berat badan umum sering pakai defisit besar, kurang protein, dan bisa kehilangan banyak otot. Hasil cutting adalah komposisi tubuh lebih baik dan otot lebih terlihat, sedangkan penurunan berat badan biasa mungkin hanya bikin berat turun tanpa perubahan lemak tubuh yang signifikan.

Lacak Perjalanan Kesehatan Anda dengan Kaloria

Sekarang setelah Anda mendapatkan hasil, ambil langkah selanjutnya. Kaloria AI membantu Anda mencapai tujuan kesehatan dengan melacak nutrisi secara otomatis. Cukup ambil foto makanan Anda.

Coba Kaloria AI Gratis
Kaloria AI Coaches